Terlebih, kegiatan tersebut membawa nama lembaga pendidikan dan diikuti oleh ribuan siswa sekolah dasar.
Ironisnya, K3S sendiri mengakui bahwa aksi tersebut kurang pantas dan kurang etis dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Wali Murid Prihatin dengan Aksi Sawer Dinilai Tak Pantas
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang wali murid Z mengaku sangat menyayangkan adanya aksi sawer yang dilakukan peserta didik, karena tidak pantas dilakukan anak-anak SD dan para guru juga tidak menghentikan.
“Terus terang saya prihatin sekali, sebab tidak ada pengawasan dari para guru dan pihak panitia pelaksana, saya kuatir moral anak saya menjadi rusak karena aksi tersebut, karena dalam masa pertumbuhan anak di aeah umur serta etika dan moral,” ungkapnya.
Gerak Jalan Bayar Rp 5 Ribu
Dirinya juga mengungkapkan, bahwa kegiatan yang dimaksud berbayar sejumlah uang, dengan total Rp 5 ribu rupiah. Selain itu, di rundown kegiatan gerak jalan tidak ada.
“Saya bayar Rp 5 ribu untuk kupon kegiatan gerak jalan, yang rinciannya untuk gerak jalan Rp 3 ribu rupiah dan untuk permainan bayar Rp 2 ribu rupiah,” ungkapnya.
Tak hanya itu, bapak satu anak ini lebih lanjut menambahkan, bahwa kegiatan tersebut tidak sepatutnya menampilkan sesuatu yang belum waktunya, walaupun dengan dalih hiburan.
“Saya menilai itu sangat tidak pantas sekali, apalagi sampai berjoget dengan orang dewasa sambil menyawer uang. Seharusnya, di moment kemerdekaan RI ke-81 ini kita harus lebih menghargai bentuk perjuangan para pahlawan terutama bagi generasi penerus bangsa seperti anak saya.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



















Komentar