Sawer Uang Biduan, Dunia Pendidikan Dasar Kota Batu di Sorot

Minggu, 23 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BATU – Dunia Pendidikan Dasar (SD) Kota Batu, Jawa Timur kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, kegiatan Jalan Sehat yang digagas Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) pada Kamis (20/8/2026) di Rest Area Mayangsari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu justru diwarnai dengan aksi yang dinilai tidak pantas dipertontonkan kepada anak-anak usia sekolah dasar.

Kegiatan yang diikuti ribuan siswa-siswi SD se-Kecamatan Batu tersebut sejatinya digelar sebagai kegiatan positif untuk membangun kebersamaan, kesehatan, sekaligus semangat kebangsaan.

Pantauan awak media di lapangan, sejumlah wali murid juga turut mendampingi anak-anak mereka untuk mengikuti jalan sehat tersebut.

Namun, suasana berubah ketika hiburan musik elektone menampilkan seorang biduan perempuan. Di tengah hiburan tersebut, sejumlah siswa SD terlihat ikut bergoyang hingga naik ke area panggung dan memberikan Saweran berupa uang kepada biduan.

Pemandangan tersebut sontak menuai keprihatinan. Pasalnya, berada dalam lingkungan acara yang melibatkan pelajar sekolah dasar dan diselenggarakan oleh unsur yang berkaitan langsung dengan dunia pendidikan.

Yang menjadi pertanyaan publik bukan hanya aksi spontan para siswa, tetapi juga bagaimana pengawasan orang dewasa dan para pendidik ketika kejadian tersebut berlangsung.

Baca Juga :  Program Sekolah Swasta Gratis di Kabupaten Tangerang Harus Dibarengi Peningkatan Mutu Pendidikan

Sejumlah guru diketahui berada di lokasi. Namun, aksi siswa yang naik ke panggung dan memberikan uang saweran kepada biduan tersebut tetap berlangsung.

Publik pun mempertanyakan, apakah tidak ada guru, panitia, maupun pendamping yang seharusnya segera menghentikan atau mengarahkan siswa agar tidak menyawer?

Sebab, jika dalihnya adalah tindakan spontan, maka justru di situlah fungsi pengawasan orang dewasa dan pendidik diuji.

Pendidikan bukan hanya soal materi yang disampaikan di dalam ruang kelas. Keteladanan, etika, sopan santun, serta bagaimana seorang anak bersikap di ruang publik juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Berita Terkait

Ziarah Makam Mbah Batu, Wali Kota Nurochman Ajak Teladani Jasa Leluhur dalam Membangun Kota Batu
Kunjungi Packing House COOSAE, Pemkot Batu Prioritaskan Perluasan Akses Pasar Hasil Pertanian
Fordewi Dorong Jadi Wisata Edukasi Baru Kota Batu
Ribuan Anak Meriahkan Festival “Nyusu Bareng” di Dusun Brau, Wali Kota Batu Apresiasi Potensi Wisata Edukasi Susu
Wali Kota Nurochman Apresiasi Damar Lansia, Hadirkan Hunian Lebih Layak bagi Lansia
BGN siapkan 480 Dapur SPPG perluas layanan MBG
Peringatan G30S/PKI mengenang tragedi kelam gugurnya para perwira tinggi militer
Program Sekolah Swasta Gratis di Kabupaten Tangerang Harus Dibarengi Peningkatan Mutu Pendidikan
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:33 WIB

Ziarah Makam Mbah Batu, Wali Kota Nurochman Ajak Teladani Jasa Leluhur dalam Membangun Kota Batu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Kunjungi Packing House COOSAE, Pemkot Batu Prioritaskan Perluasan Akses Pasar Hasil Pertanian

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Fordewi Dorong Jadi Wisata Edukasi Baru Kota Batu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Ribuan Anak Meriahkan Festival “Nyusu Bareng” di Dusun Brau, Wali Kota Batu Apresiasi Potensi Wisata Edukasi Susu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Wali Kota Nurochman Apresiasi Damar Lansia, Hadirkan Hunian Lebih Layak bagi Lansia

Berita Terbaru