Jauh sebelum dikenal sebagai peraih delapan Ballon d’Or dan juara Piala Dunia, Messi adalah anak laki-laki asal Rosario yang sempat didiagnosis mengalami gangguan pertumbuhan sehingga nyaris menghambat impiannya menjadi pesepak bola profesional.
Berikut beberapa fakta menarik kehidupan masa kecil Messi yang dapat ketahui:
1. Sang nenek membuka jalan pertama Messi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dilansir The Daily Star, saat berusia lima tahun, Messi dianggap terlalu kecil untuk bergabung dengan klub lokalnya, Grandoli. Pelatih sempat menolak, tetapi sang nenek, Celia, meyakinkan pelatih agar memberinya kesempatan.
Sejak saat itu, sang nenek selalu menemani Messi berlatih dan bertanding hingga meninggal dunia saat Messi berusia 10 tahun.
Hal inilah yang membuat Messi selalu menunjuk ke langit setiap kali mencetak gol, sebagai bentuk penghormatan kepada neneknya, Bunda.
2. Barcelona membiayai pengobatan Messi karena gangguan pertumbuhan tulang
Messi sempat didiagnosis mengalami gangguan hormon pertumbuhan saat berusia 10 tahun. Kondisi ini membuat tumbuh tidak tumbuh sebagaimana semestinya sesuai usia.
Ia harus menjalani pengobatan yang menelan biaya sekitar 500 euro per bulan atau setara dengan Rp9,5 juta, jumlah yang saat itu tidak mampu ditanggung keluarganya.
Klub Argentina, River Plate, tidak bersedia membayar biaya tersebut. Sebaliknya, Barcelona justru menawarkan untuk menanggung seluruh pengobatan dengan syarat Messi dan keluarganya pindah ke Spanyol.
3. Kontrak pertama ditulis di atas serbet
Direktur olahraga Barcelona saat itu, Carles Rexarch, khawatir Messi akan direbut oleh klub lain. Lantaran belum ada dokumen resmi saat pertemuan makan siang, ia langsung menuliskan kesepakatan di atas selembar serbet.
Serbet yang ditandatangani pada tahun 2000 itu kemudian dilelang pada 2024 dan terjual sekitar US$965.000, atau setara dengan Rp15,7 miliar.
4. Sempat dikira tidak bisa berbicara
Saat bergabung dengan akademi Barcelona, La Masia, pada usia 13 tahun, Messi harus tinggal jauh dari keluarganya yang kembali ke Argentina.
Karena belum bisa berbahasa Catalan, ia sangat pendiam sehingga teman-teman mengiranya bisu. Selama beberapa bulan, Messi bahkan sering menangis sendirian karena merasa kesepian, Bunda.
5. Sudah mencetak hampir 500 gol sebelum usia 13 tahun
Saat membela akademi Newell’s Old Boys di Rosario, kemampuan Messi sudah sangat menonjol. Ia mencetak hampir 500 gol di level junior sebelum menginjak usia 13 tahun.
Bahkan, ketika masih berusia delapan tahun, Messi juga sudah dipercaya menjadi eksekutor penalti timnya.
Perjalanan menuju kesuksesan pun penuh tantangan, mulai dari ditolak pelatih, kesulitan biaya pengobatan, hingga harus berjuang sendiri di negara asing. ***








Komentar