KOTA BATU – Dunia Pendidikan Dasar (SD) Kota Batu, Jawa Timur kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, kegiatan Jalan Sehat yang digagas Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) pada Kamis (20/8/2026) di Rest Area Mayangsari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu justru diwarnai dengan aksi yang dinilai tidak pantas dipertontonkan kepada anak-anak usia sekolah dasar.
Kegiatan yang diikuti ribuan siswa-siswi SD se-Kecamatan Batu tersebut sejatinya digelar sebagai kegiatan positif untuk membangun kebersamaan, kesehatan, sekaligus semangat kebangsaan.
Pantauan awak media di lapangan, sejumlah wali murid juga turut mendampingi anak-anak mereka untuk mengikuti jalan sehat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, suasana berubah ketika hiburan musik elektone menampilkan seorang biduan perempuan. Di tengah hiburan tersebut, sejumlah siswa SD terlihat ikut bergoyang hingga naik ke area panggung dan memberikan Saweran berupa uang kepada biduan.
Pemandangan tersebut sontak menuai keprihatinan. Pasalnya, berada dalam lingkungan acara yang melibatkan pelajar sekolah dasar dan diselenggarakan oleh unsur yang berkaitan langsung dengan dunia pendidikan.
Yang menjadi pertanyaan publik bukan hanya aksi spontan para siswa, tetapi juga bagaimana pengawasan orang dewasa dan para pendidik ketika kejadian tersebut berlangsung.
Sejumlah guru diketahui berada di lokasi. Namun, aksi siswa yang naik ke panggung dan memberikan uang saweran kepada biduan tersebut tetap berlangsung.
Publik pun mempertanyakan, apakah tidak ada guru, panitia, maupun pendamping yang seharusnya segera menghentikan atau mengarahkan siswa agar tidak menyawer?
Sebab, jika dalihnya adalah tindakan spontan, maka justru di situlah fungsi pengawasan orang dewasa dan pendidik diuji.
Pendidikan bukan hanya soal materi yang disampaikan di dalam ruang kelas. Keteladanan, etika, sopan santun, serta bagaimana seorang anak bersikap di ruang publik juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



















Komentar