Kota Batu Gelar Karnaval Gebyar PAUD Meriah, 4.000 Anak Tampilkan Potensi Daerah

Sabtu, 15 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BATU – http://Onlinepantura.com* – Lapangan Kota Batu dipadati ribuan anak ceria pada Sabtu (15/8/2026). Kemeriahan Karnaval Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini se-Kota Batu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah dan penuh warna.

Sebanyak sekitar 4.000 anak didik dari 98 lembaga PAUD, TK, hingga RA se-Kota Batu turun langsung memeriahkan kegiatan ini. Mereka tampil dengan kostum unik dan properti khas yang menggambarkan potensi masing-masing wilayah. Kegiatan ini digagas oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Batu.

Setelah vakum selama tujuh tahun, Gebyar PAUD tahun ini menjadi momen yang sangat dinantikan. Bukan hanya sekadar arak-arakan, karnaval ini juga menjadi ruang bagi anak usia dini untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, dan kecintaan terhadap lingkungan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

*Kontingen “Bumi Gunungsari” Curi Perhatian*

Salah satu kontingen yang paling menarik perhatian datang dari Desa Gunungsari. Mengusung jargon “Bumi Gunungsari”, rombongan ini merupakan gabungan dari lima lembaga pendidikan: TK Dahlia 1, TK Dahlia 2, TK Dahlia 3, TK Muslimat Ar-Rohmah, dan RA Muta’alim. Total ada sekitar 117 anak yang ikut serta.

Kepala TK Dahlia 01, Ririn Listyo Irmala, http://S.Pd., yang mewakili lima lembaga tersebut, menjelaskan bahwa tema yang diusung tahun ini adalah pertanian dan peternakan modern.

“Konsepnya adalah pertanian dan peternakan modern. Kami mengangkat hasil bumi Desa Gunungsari. Peralatan yang kami bawa ada bunga, sapi dan berbagai properti yang menggambarkan potensi Desa Gunungsari,” ujar Ririn kepada awak media di sela kegiatan.

Untuk menampilkan konsep tersebut, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok. Ada kelompok yang duduk di atas keranjang bunga raksasa, ada yang berbaris membawa replika sapi, dan ada pula yang berada di atas truk hias yang dipenuhi aneka bunga. Semua properti itu dibuat untuk menggambarkan kekayaan alam Desa Gunungsari yang memang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dan florikultura di Kota Batu.

Baca Juga :  Sambut 1 Agustus Menteri Agama ajak masyarakat Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum

*Kerja Sama Warga Jadi Kunci Sukses*

Di balik kemeriahan penampilan, Ririn menyebut proses persiapannya tidak mudah. Namun kekompakan antarlembaga, orang tua, dan pemerintah desa membuat semua kendala bisa teratasi.

“Persiapannya memang sangat repot, tetapi kami mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Gunungsari. Ada koperasi desa yang membantu kostum anak-anak dan Bapak Sujono Djonet juga membantu membuatkan properti. Para wali murid juga saling membantu membuat topi, keranjang maupun bunga untuk anak-anak,” tambahnya.

Ririn juga mengakui bahwa tantangan terbesar ada saat pelaksanaan di lapangan. Cuaca, barisan anak, dan pengaturan properti menjadi ujian tersendiri.

“Di lapangan tantangannya lumayan, tetapi karena kami bersatu akhirnya kami bisa melewati semuanya,” imbuhnya.

*Lebih dari Sekadar Hiburan*

Bagi Ririn, Gebyar PAUD bukan hanya ajang hiburan untuk memeriahkan HUT RI. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah sarana pembelajaran penting bagi anak-anak.

“Kami berharap masyarakat, khususnya para orang tua di Kota Batu, selalu peduli terhadap anak-anak. Karena dari PAUD dan TK inilah kita membangun pondasi. Kalau pondasinya kuat, ke depannya mereka akan menjadi anak-anak hebat dan generasi emas yang bisa memajukan Indonesia,” tuturnya.

Ia juga berharap Pemerintah Kota Batu terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang menumbuhkembangkan kreativitas dan keberanian anak sejak usia dini. Menurutnya, pengalaman langsung seperti ini akan membentuk karakter anak yang lebih percaya diri dan berwawasan luas.

*DPRD Kota Batu: Momentum Cintai Potensi Daerah*

Anggota DPRD Kota Batu Komisi B dari Fraksi NasDem, Sujono Djonet, turut hadir dan memberikan apresiasi besar atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut kembalinya Gebyar PAUD setelah tujuh tahun vakum adalah langkah penting dalam pendidikan karakter.

Baca Juga :  Presiden Tegaskan Program MBG Berlanjut, Akan Diperbaiki dan Dibuat Lebih Efisien

“Setelah tujuh tahun vakum, hari ini kegiatan ini kembali digelar. Tujuannya agar sejak usia dini anak-anak mengenal dan mencintai potensi Kota Batu,” ujar Sujono.

Politisi NasDem itu menekankan bahwa kegiatan ini memiliki nilai edukasi yang kuat. Anak-anak diajak mengenal langsung potensi daerahnya, mulai dari sektor pertanian, peternakan, pariwisata, hingga kuliner khas Batu.

“Ini bukan ajang foya-foya atau hura-hura, tetapi menjadi semangat untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan potensi yang dimiliki Kota Batu,” tegasnya.

Sujono juga menyoroti pentingnya pembelajaran di luar kelas di era digital saat ini. Ia menilai anak-anak perlu ruang untuk bermain, bersosialisasi, dan berinteraksi langsung.

“Dunia anak-anak adalah bermain. Jadi biarkan mereka senang dulu, dengan hati yang senang mereka akan melakukan segala sesuatu yang positif. Kegiatan di luar kelas seperti ini penting, karena anak-anak bisa bersosialisasi dan mengenal teman-temannya dari berbagai wilayah,” katanya.

Ia mendorong agar Gebyar PAUD tidak berhenti di tingkat kota, tetapi bisa dikembangkan hingga ke tingkat sekolah, desa, dan kecamatan agar jangkauannya lebih luas.

“Anak-anak perlu diajak mencintai lingkungan dan potensi yang ada, seperti sayur, bunga, sapi dan kambing. Dari situ akan tercipta harmoni sekaligus kecintaan terhadap daerahnya,” pungkasnya.

*Harapan ke Depan*

Kemeriahan karnaval ini menjadi bukti bahwa pendidikan usia dini di Kota Batu terus bergerak maju. Dengan melibatkan hampir 100 lembaga dan ribuan anak, Gebyar PAUD diharapkan bisa menjadi agenda rutin tahunan Pemkot Batu.

Anak-anak pulang dengan wajah cerah, membawa pengalaman baru dan semangat. Sementara para guru dan orang tua berharap, dari panggung kecil inilah akan lahir generasi emas Kota Batu yang mencintai daerahnya dan siap membangun Indonesia di masa depan.

*Penulis: Shereen*

Berita Terkait

Petani Songgoriti beri Lahan Jalan Baru, Al-Izzah Janji Realisasikan Kesepakatan
Presiden Tegaskan Program MBG Berlanjut, Akan Diperbaiki dan Dibuat Lebih Efisien
Doa Para Veteran Jadi Kekuatan Wali Kota Nurochman Memimpin Kota Batu
Wawali Heli Hadiri Forum Strategis Nasional IKA ITS Jawa Timur
Wali Kota Nurochman Lepas Kontingen Jambore Nasional XII, Titip Nama Baik Kota Batu
Semarak Karnaval Budaya Selamatan Desa Junrejo hadirkan beragam adat, budaya, seni, hingga makanan khas
Karnaval Budaya Desa Beji 2026 Meriah, Pemkot Batu Dorong jadi Agenda Wisata Tahunan
Bupati Tangerang bersama Gubernur Banten Andra Soni dampingi Sekretaris Kabinet Republik Indonesia kunjungi Sekolah Rakyat PPI Curug

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Kota Batu Gelar Karnaval Gebyar PAUD Meriah, 4.000 Anak Tampilkan Potensi Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Petani Songgoriti beri Lahan Jalan Baru, Al-Izzah Janji Realisasikan Kesepakatan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Doa Para Veteran Jadi Kekuatan Wali Kota Nurochman Memimpin Kota Batu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Wawali Heli Hadiri Forum Strategis Nasional IKA ITS Jawa Timur

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Wali Kota Nurochman Lepas Kontingen Jambore Nasional XII, Titip Nama Baik Kota Batu

Berita Terbaru

Kabupaten Tangerang

DBMSDA Kabupaten Tangerang Letakkan Batu Pertama Bedah Rumah di Gunung Kaler

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:01 WIB

Gadgets

Penampilan dan Keunggulan Ponsel Xiaomi Redmi Note 14 5G 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 03:06 WIB