Menko PMK didampingi Menteri Agama luncurkan Gernas RANA di Satuan Pendidikan Keagamaan

Senin, 13 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAWA BARAT – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) di Satuan Pendidikan Keagamaan, bertempat di Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Jawa Barat pada Minggu (12/7/2026).

Peluncuran ini menjadi tonggak awal implementasi Gernas RANA di satuan pendidikan keagamaan dan akan terus dikumandangkan ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Menko Pratikno menegaskan bahwa upaya menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan anak, yaitu keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan tempat dan langkah awal pembentukan karakter. Keluarga benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai tindak kekerasan.

“Ruang aman dan nyaman bagi anak harus dimulai dari keluarga. Ketika keluarga mampu menghadirkan kasih sayang, komunikasi serta perlindungan yang baik, anak akan tumbuh dengan rasa aman dan percaya diri. Dari lingkungan keluarga inilah perlindungan dimulai, kemudian diperkuat di sekolah dan di ruang publik termasuk ruang digital,” ujar Menko PMK.

Melalui Gerakan Nasional RANA, Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat membangun komitmen bersama untuk menghadirkan empat ruang aman bagi anak, yaitu keluarga, satuan pendidikan, dan ruang publik termasuk ruang digital. Keempat ruang tersebut diharapkan mampu melindungi anak dari empat bentuk kekerasan, yakni kekerasan fisik, verbal, seksual, dan digital.

Baca Juga :  Sawer Uang Biduan, Dunia Pendidikan Dasar Kota Batu di Sorot

Pratikno mengingatkan bahwa ancaman terhadap anak saat ini tidak hanya terjadi di ruang fisik, tetapi juga semakin banyak terjadi di ruang digital. Kemajuan teknologi menghadirkan berbagai peluang bagi anak untuk belajar dan berkembang, namun pada saat yang sama juga membuka risiko baru berupa perundungan siber, eksploitasi, penyebaran konten negatif, hingga berbagai bentuk kekerasan digital lainnya.

 

Berita Terkait

Daftar Tuan Rumah MTQ Nasional hingga Tahun 2026  
Info Gempa dirasakan di laut 49 km Barat Laut Jakarta 
Posyandu Satu Hati Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting dan Wujudkan Generasi Emas Kota Batu
BNPB menerima bantuan diperuntukkan bagi kelompok perempuan dan anak-anak korban gempa NTT
Dukungan Kemanusiaan Jawa Timur Tiba di Ende, Perkuat Penanganan Pascagempa Flores
Sawer Uang Biduan, Dunia Pendidikan Dasar Kota Batu di Sorot
Wamenkes RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi kinerja Pemkab Tangerang dalam penanganan Tuberkulosis (TB)
Ribuan Siswa SD dan MI se-Kecamatan Batu Ikuti Mlaku Fest
Berita ini 38 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:51 WIB

Daftar Tuan Rumah MTQ Nasional hingga Tahun 2026  

Jumat, 11 September 2026 - 23:14 WIB

Info Gempa dirasakan di laut 49 km Barat Laut Jakarta 

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Posyandu Satu Hati Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting dan Wujudkan Generasi Emas Kota Batu

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:35 WIB

BNPB menerima bantuan diperuntukkan bagi kelompok perempuan dan anak-anak korban gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Dukungan Kemanusiaan Jawa Timur Tiba di Ende, Perkuat Penanganan Pascagempa Flores

Berita Terbaru

Nasional

Daftar Tuan Rumah MTQ Nasional hingga Tahun 2026  

Senin, 14 Sep 2026 - 08:51 WIB

Gadgets

OPPO Reno14 5G Smartphone dengan baterai besar

Senin, 14 Sep 2026 - 02:11 WIB

Kabupaten Tangerang

Museum Raden Aria Wangsakara Jadi Rumah Sejarah dan Pendidikan Generasi Muda

Minggu, 13 Sep 2026 - 03:20 WIB