Indonesia bersama Australia resmi meluncurkan program KITA SEHAT

Minggu, 26 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia resmi meluncurkan program kemitraan KITA SEHAT (Indonesia–Australia Health Transformation Partnership) senilai hingga AUD100 juta.

Program investasi bersama periode 2025–2033 ini difokuskan untuk memperkuat layanan kesehatan primer, ketahanan kesehatan, serta pendekatan One Health dari tingkat pusat hingga ke pelosok daerah.

Program tersebut diluncurkan di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada Senin (20/7). Kemitraan jangka panjang ini akan dilaksanakan dalam dua tahap dengan melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian sebagai instansi pelaksana, berkoordinasi dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, serta didukung WHO, UNICEF, dan UNFPA sebagai mitra pembangunan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa setiap dukungan internasional harus dirancang secara taktis agar memberikan dampak nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

“Pemerintah harus menjaga masyarakat agar tetap sehat. Fokus utama harus berada pada layanan primer, baru kemudian layanan rujukan.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah membantu Indonesia. Namun, saya juga membutuhkan target yang benar-benar spesifik dan fokus yang jelas. Jangan sampai kegiatannya banyak, tetapi hasilnya tidak terlihat.

Saya meminta dukungan agar layanan primer berjalan baik, termasuk memastikan cakupan imunisasi meningkat hingga di atas 90 persen, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis, penurunan stunting, serta pengendalian faktor risiko penyakit,”tegas Menkes Budi.

Baca Juga :  Kemenag, Filosofi Logo Resmi Hari Santri 2026

Program KITA SEHAT bukan sekadar proyek kerja sama. Program ini adalah investasi bersama untuk membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kita tidak mencari ketergantungan. Yang kita bangun melalui kemitraan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, dan mitra pembangunan ini adalah ruang untuk saling belajar, memperkuat kapasitas nasional, dan menghasilkan solusi bersama,”kata Febrian. (rls)

Berita Terkait

Wali Kota Nurochman Apresiasi Damar Lansia, Hadirkan Hunian Lebih Layak bagi Lansia
BGN siapkan 480 Dapur SPPG perluas layanan MBG
Peringatan G30S/PKI mengenang tragedi kelam gugurnya para perwira tinggi militer
Festival Pangan Lokal Kota Batu Hadirkan Beragam Olahan Pangan Lokal Non Beras
Putra Bungsu Soekarno, Guruh Sukarnoputra Tutup Usia
Cak Nur Bersama UMKM Kota Batu, Kuatkan Dukungan Pengembangan dan Bantuan Permodalan Usaha
Dua Siswi SDIT Al-Mansyur Juara Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi, Wakili Bangka Belitung ke Tingkat Nasional 
Wali Kota Batu Serahkan 100 Sertifikat PTSL di Momentum Hantaru
Berita ini 24 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Wali Kota Nurochman Apresiasi Damar Lansia, Hadirkan Hunian Lebih Layak bagi Lansia

Rabu, 30 September 2026 - 07:44 WIB

BGN siapkan 480 Dapur SPPG perluas layanan MBG

Rabu, 30 September 2026 - 06:36 WIB

Peringatan G30S/PKI mengenang tragedi kelam gugurnya para perwira tinggi militer

Minggu, 27 September 2026 - 06:26 WIB

Festival Pangan Lokal Kota Batu Hadirkan Beragam Olahan Pangan Lokal Non Beras

Sabtu, 26 September 2026 - 11:07 WIB

Putra Bungsu Soekarno, Guruh Sukarnoputra Tutup Usia

Berita Terbaru

Gadgets

Tecno Pova 8 Pro 5G resmi meluncur di Indonesia 

Jumat, 2 Okt 2026 - 04:41 WIB

Gadgets

Tampilan Smartphone terbaru Poco C95 Pro

Jumat, 2 Okt 2026 - 04:12 WIB