Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan hidup melalui aksi nyata penanaman mangrove di wilayah pesisir Desa Ketapang.
“Hari ini, kami bersama dengan umat Buddha, juga bersama dengan para Jatradar dan beberapa Kepala Dinas, Camat, termasuk ada Bhante kita dari Cilacap hadir di sini dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak tahun 2026 dengan melaksanakan tugas yang sangat mulia yaitu menanam mangrove di Desa Ketapang,”ujar Bupati Maesyal
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian lintas agama terhadap keberlanjutan lingkungan yang harus terus ditingkatkan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut juga menjadi simbol kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, umat Buddha, para Bhante serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Kabupaten Tangerang.
“Menanam mangrove ini memang bagian daripada kepedulian umat Buddha untuk terus meningkatkan atensi dan kepedulian terhadap lingkungan. Baik itu lingkungan di desa, di kecamatan, dan seterusnya,”ujarnya.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki manfaat besar, tidak hanya untuk menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara arif dan kreatif.
“Mudah-mudahan pohon mangrove itu ke depan akan besar dan manfaatnya sangat banyak sekali. Di antaranya adalah memberikan oksigen yang bagus, menahan abrasi, dan juga tanaman mangrove itu bisa diolah menjadi berbagai produk lokal, baik untuk minuman, makanan, dan lain sebagainya,”jelasnya.
Sementara itu, Bhante Abdi Seno selaku panitia kegiatan menyampaikan bahwa peringatan Waisak tahun ini menjadi momentum memperkuat kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan lintas agama di Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai daerah multikultural dan penuh toleransi.
“Peringatan Waisak tahun ini menjadi momemtum bagi kami, umat Budha untuk terus memperkuat sinergi multikultural dan kepedulian terhadap lingkungan,”ujarnya.
(Jamal)










