KABUPATEN TANGERANG – Ikatan Jurnalis Sepatan (IJS) mendesak polisi segera mengungkap kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan BantenNet Rusadin Ijam yang menyebabkan korban babak-belur.
Ketua IJS Hasanudin Gabel menilai peristiwa tersebut harus menjadi perhatian khusus bagi aparat penegak hukum dalam hal ini adalah Polsek Serpong, Polres Metro Tangerang Selatan (Tangsel).
“Korban sudah membuat laporan ke Polsek Serpong saatnya polisi bekerja melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus dugaan penganiayaan tersebut dan menangkap pelaku,’ kata Gabel, Kamis 11 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Apalagi lanjut Gabel korban bersama keluarganya beritikad baik mendatangi terduga pelaku untuk menyelesaikan persoalan Kecelakaan namun yang didapatkan malah penganiyaan.
“Jika dilihat dari rangkaian kejadian, kami menduga bahwa tindakan penganiayaan ini dilakukan diluar kesadaran mereka bisa saja mereka akibat terpengaruh minuman keras atau obat-obatan terlarang,” katanya.
Gabel meminta pihak Kepolisian tidak hanya mengusut dugaan tindak pidana penganiayaan semata tetapi dugaan penyalahgunaan narkotika juga turut dilakukan pemeriksaan.
“Agar kasus yang menimpa wartawan BantenNet Rusadin Ijam bisa selesai secara tuntas karena tindakan main hakim sendiri merupakan tindakan yang tidak dibenarkan secara hukum,” tegasnya.
Menurut Gabel kasus penganiayaan ini menjadi perhatian seluruh insan pers khususnya di Kabupaten Tangerang dan Polsek Serpong Polres Tangerang Selatan harus segera mengusutnya.
“Jika dalam dua hari kedepan kasus penganiayaan terhadap wartawan ini belum juga ada perkembangan maka kinerja Polsek Serpong patut untuk dipertanyakan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Wartawan media online BantenNet Rusadin mengaku menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang tidak dikenal di Villa Melati Mas Blok O, Jelupang, Serpong Utara, Rabu 10 Juni 2026.
Rusadin mengatakan peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi saat ia hendak mendamaikan persoalan kecelakaan yang melibatkan salah satu dari orang tidak dikenal itu dengan keluarganya.
“Saat saya datang dengan keluarga saya untuk membantu menyelesaikan persoalan kecelakaan tiba-tiba saya diserang oleh mereka sampai saya mengalami luka-luka,” kata Rusadin dalam keterangannya. (hin)















