Di tulis Oleh : Budi SP.d
Kasi Binwasdesa Kecamatan Teluknaga dan Alumni Jurusan Pendidikan sejarah Uhamka Jakarta
Catatan sejarah ataupun literasi terbentuknya Kecamatan Teluknaga adalah sebuah harapan dan optimisme
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Catatan sejarah Teluknaga mencakup asal-usul namanya dari kedatangan Laksamana Chen Ci Lung dari Tiongkok pada tahun 1407 yang kapalnya berhias ukiran naga, sehingga dikenal sebagai “Teluk Naga”.
Sejarahnya juga meliputi percampuran budaya Tionghoa Betawi dan Banten akibat dari kedatangan mereka, peran Teluknaga sebagai gerbang masuk pedagang Tiongkok ke nusantara melalui Sungai Cisadane, dan perkembangan wilayahnya menjadi pusat ekonomi dengan campuran nuansa pesisir dan modern.
Rencana Usulan Penetapan Hari lahir Pemerintah Kecamatan Teluknaga oleh Pihak pemerintah Kecamatan Teluknaga dibawah kepemimpinan Camat Kurnia SSTP MSi yang menjabat sejak 16 juli 2025 membuat usulan penetapan Milad berdasarkan catatan Sejarah pasca Indonesia Merdeka dan tetbentuknya Pemerintah Kabupaten Tangerang juga implikasi terkait dengan penetapan hari lahir Kecamatan Teluknaga.
Menjadi sebuah kajian histriografi tentang pembentukan kecamatan Teluknaga yaitu jatuh pada Tanggal 8 agustus 1950 betepatan dengah pelantikan Camat Teluknaga pertama oleh Gubernur Jawa Barat pasca Republik Indonesia merdeka berdasar UU Nomor 14 Tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Jawa Barat seperti di lansir situs resmi ppidtangerangkab.go.id
Berdasar data Arsip kantor Pemprov Jawa Barat melalui situs dispudipda.jabarprov.go.id bahwa
Pada tahun 1950, ada dua tokoh yang menjabat sebagai Bupati Tangerang, yaitu R. Ahyad Pena (Bupati RI, memimpin hingga 1952) dan R.B. Nusrat Jayadiningrat (Bupati Pasundan, menjabat dari tahun 1948-1950).
R. Ahyad Pena:
Menjabat sebagai Bupati RI setelah periode Bupati Militer. Ia memimpin wilayah Tangerang hingga tahun 1952.
R.B. Nusrat Jayadiningrat:
Menjabat sebagai Bupati Pasundan dan menjabat dari tahun 1948 hingga 1950.
Gubernur Jawa Barat adalah Ukar Bratakusumah yang menjabat hingga awal tahun 1950, kemudian dilanjutkan oleh RM Sewaka yang kembali menjabat sebagai gubernur dari tahun 1950 hingga 1951.
Ukar Bratakusumah:
Menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dari akhir 1948 hingga tahun 1950.
RM Sewaka Mulai menjabat kembali pada tahun 1950, setelah sebelumnya menjabat pada tahun 1947-1948, dan terus menjabat hingga tahun 1951.
Kecamatan Teluknaga Pasca Kemerdekaan RI
Pada tanggal 21 Oktober 1945, Pemerintah Dewan struktur Tangerang membagi wilayah Tangerang menjadi 4 daerah tingkat II (dua) dan 13 daerah tingkat III (tiga). Keempat daerah tingkat II itu meliputi:
* Daerah Tingkat II Tangerang, kepala daerahnya Sutadikarta, bekas jaksa Tangerang.
* Daerah Tingkat II Curug, Kepala daerahnya Sayitun yang sebelumnya menjabat Kepala Pertanian Curug.
* Daerah Tingkat II Mauk, Kepala Daerahnya Haji Ardani yang sebelum itu menjadi guru ngaji di kampung Rajeg.
* Daerah Tingkat II Balaraja, Kepala Daerahnya Sanusi yang sebelum itu menjabat sebagai pimpinan Bank Rakyat Tangerang.
Ciri khas Teluk Naga yang mencolok adalah keberadaan perahu naga yang melintasi Sungai Cisadane. Hingga kini, tradisi tersebut menjadi simbol yang melekat pada daerah ini.
Selain itu, dua vihara besar, yaitu Vihara Tri Maha Dharma dan Vihara Hok Tek Bio, menjadi tempat ibadah penting bagi komunitas Tionghoa setempat. Kampung Kali Jaya , yang terletak di Desa Kampung Melayu Barat, juga menjadi daya tarik unik.
Wilayah ini memancarkan harmoni antara mayoritas masyarakat Tionghoa dan penganut agama lainnya. Sementara itu, Tanjung Pasir, salah satu destinasi wisata di Teluk Naga, menawarkan perjalanan singkat menuju Pulau Untung Jawa. Sehingga menjadikannya pilihan favorit wisatawan daripada rute melalui Ancol yang lebih mahal dan memakan waktu.
Kisah Pahlawan Lokal: Si Ayub dari Teluk Naga
Dalam sejarahnya, Teluk Naga Tangerang memiliki cerita rakyat yang menginspirasi tentang seorang jagoan lokal bernama Syech Al-Ayubi, atau lebih terkenal sebagai Si Ayub.
Halaman : 1 2 Selanjutnya















Komentar