Bakom Dukung Penindakan Beras Fortifikasi, Lindungi Konsumen dan Kepercayaan Publik

Rabu, 16 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mendukung langkah tegas Kementerian Pertanian dalam menindaklanjuti dugaan pelanggaran pada produk beras fortifikasi yang tidak sesuai antara kandungan dan informasi pada label.

Dukungan tersebut ditegaskan Qodari sebagai bagian dari upaya pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi masyarakat dari produk pangan yang berpotensi merugikan konsumen.

“Pemerintah di bawah Pak Prabowo berusaha untuk menjaga masyarakat, rakyat dengan sebaik-baiknya, bukan hanya dari aspek ketersediaan tetapi juga sampai dengan kualitas,” ujar Qodari saat mengikuti konferensi pers bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait ekspos Hasil Pemeriksaan dan Temuan Beras Fortifikasi di Kementerian Pertanian, Selasa (15/9).

Menurut Qodari, upaya tersebut tidak hanya menyangkut ketersediaan dan harga, tetapi juga memastikan beras yang beredar memenuhi standar mutu, manfaat, serta informasi yang tercantum pada label.

Qodari menilai kualitas pangan menjadi aspek penting karena ketidaksesuaian antara informasi pada kemasan dengan isi produk dapat merugikan masyarakat. Terlebih apabila produk tersebut ditujukan bagi kelompok yang membutuhkan manfaat khusus dari pangan yang dikonsumsi.

Baca Juga :  BNPB menerima bantuan diperuntukkan bagi kelompok perempuan dan anak-anak korban gempa NTT

“Jangan sampai apa yang ada di label, ada di kemasan, tidak sesuai dengan isinya,” tegasnya.

Ia mencontohkan produk beras fortifikasi yang ditujukan untuk kelompok rentan seperti masyarakat kurang gizi, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Menurutnya, apabila kandungan yang dijanjikan dalam produk tidak sesuai dengan kenyataan, masyarakat dapat mengalami kerugian berlapis.

“Sudah membeli produk yang palsu, kemudian harganya mahal, manfaatnya tidak sampai atau tidak diperoleh,” kata Qodari.

Berita Terkait

Bupati Tangerang Paparkan Konsep Pembangunan Wilayah Pesisir Kabupaten Tangerang
Daftar Tuan Rumah MTQ Nasional hingga Tahun 2026  
Info Gempa dirasakan di laut 49 km Barat Laut Jakarta 
Posyandu Satu Hati Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting dan Wujudkan Generasi Emas Kota Batu
BNPB menerima bantuan diperuntukkan bagi kelompok perempuan dan anak-anak korban gempa NTT
Dukungan Kemanusiaan Jawa Timur Tiba di Ende, Perkuat Penanganan Pascagempa Flores
Sawer Uang Biduan, Dunia Pendidikan Dasar Kota Batu di Sorot
Wamenkes RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi kinerja Pemkab Tangerang dalam penanganan Tuberkulosis (TB)
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:18 WIB

Bakom Dukung Penindakan Beras Fortifikasi, Lindungi Konsumen dan Kepercayaan Publik

Selasa, 15 September 2026 - 04:46 WIB

Bupati Tangerang Paparkan Konsep Pembangunan Wilayah Pesisir Kabupaten Tangerang

Senin, 14 September 2026 - 08:51 WIB

Daftar Tuan Rumah MTQ Nasional hingga Tahun 2026  

Jumat, 11 September 2026 - 23:14 WIB

Info Gempa dirasakan di laut 49 km Barat Laut Jakarta 

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Posyandu Satu Hati Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting dan Wujudkan Generasi Emas Kota Batu

Berita Terbaru

Kabupaten Tangerang

HUT Ke-81 PMI Luncurkan Inovasi Pelayanan JEK-DON Terintegrasi

Rabu, 16 Sep 2026 - 04:59 WIB

Nasional

Daftar Tuan Rumah MTQ Nasional hingga Tahun 2026  

Senin, 14 Sep 2026 - 08:51 WIB