KABUPATEN TANGERANG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan pelaksanaan program pemberdayaan dan pengawasan organisasi kemasyarakatan (Ormas) dengan mengusung tema “Fasilitasi Peningkatan Peran Serta Ormas”. Acara berlangsung di Aula Lantai 4 Hotel Le Semar, Karawaci, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (16/07/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Kabupaten Tangerang, kemudian doa bersama yang dipimpin oleh Anwar Mursada.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Badan Kesbangpol Kabupaten Tangerang, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dianesia Foundation, serta perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan yayasan. Salah satu organisasi yang turut berpartisipasi adalah Yayasan Relawan Sehat Indonesia (RESI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Yayasan Relawan Sehat Indonesia (RESI), Ani Nurhayati, yang hadir mengikuti kegiatan hingga selesai, mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting sebagai wadah mempererat silaturahmi antarlembaga dan memperkuat sinergi organisasi kemasyarakatan.
“Semoga agenda ini menjadi ajang silaturahmi yang semakin memperkuat hubungan antarorganisasi serta dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kinerja seluruh organisasi sehingga tercipta indeks keharmonisan organisasi yang baik serta semakin optimal dalam menjalankan peran dan fungsi kepada masyarakat,”ujar Ani Nurhayati.
Ani juga menambahkan bahwa karakter kebangsaan dan wawasan kebangsaan yang kuat menjadi modal utama bagi setiap organisasi dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Dengan memiliki karakter kebangsaan yang baik dan wawasan kebangsaan yang mantap, kita akan mampu beradaptasi di tengah arus perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.
Nilai-nilai tersebut merupakan hasil kesepakatan para pendiri bangsa untuk membangun kehidupan sosial dan budaya yang harmonis di era digitalisasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, doa bersama, serta ramah tamah yang diakhiri dengan makan bersama sebagai bentuk mempererat kebersamaan antar peserta.
(Red/Ast)











Komentar