Logo tersebut juga menampilkan dua lingkaran yang saling menyimpul. Elemen ini melambangkan dua pijakan harmonis kehidupan santri, yaitu nilai keagamaan sebagai landasan moral dan kesadaran bernegara sebagai ruang pengabdian bagi bangsa.
Sementara itu, bagian bawah logo yang menjadi poros pondasi menggambarkan prinsip mendasar sebagai tempat bertumpunya seluruh langkah dan kontribusi santri.
Adapun lingkaran paling atas atau lingkaran cita menjadi simbol pandangan masa depan, harapan, serta ikhtiar bersama untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketebalan garis yang konsisten dan bentuk simetris pada logo turut mencerminkan kesatuan, keselarasan, dan keseimbangan peran antarunsur. Setiap unsur saling terhubung tanpa menghilangkan keberadaan satu sama lain dalam menghadapi perubahan zaman.
Filosofi tersebut diperkuat dengan pemilihan warna biru toska dan keemasan. Warna biru toska merepresentasikan keterbukaan, ketenangan, serta semangat pembaruan. Sementara warna keemasan melambangkan cita-cita, pencapaian, dan arah menuju Indonesia Emas.
Kombinasi kedua warna tersebut mencerminkan semangat santri yang terus bertumbuh, saling terhubung, dan saling menguatkan demi kemajuan negeri. (hms)
Halaman : 1 2












Komentar