Karnaval Budaya Desa Beji 2026 Meriah, Pemkot Batu Dorong jadi Agenda Wisata Tahunan

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menurut Deny, proses persiapan hingga pelaksanaan karnaval menjadi ruang interaksi antarwarga. Dari sinilah semangat kebersamaan ditempa. Ia berharap nilai guyub rukun itu tidak berhenti di acara selamatan, tapi terus hidup dalam keseharian masyarakat Desa Beji.

Dihadiri Pejabat Kota Batu

Karnaval ini turut dihadiri sejumlah pejabat. Tampak hadir Camat Junrejo, Parman, Kepala Dinas Pariwisata Kota, Batu Onny Ardianto, http://S.Sos., M.M., serta anggota DPRD Kota Batu Agung Sugiyono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran unsur pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif masyarakat. Bagi Pemkot Batu, kegiatan budaya desa seperti ini dinilai penting karena bisa menjadi identitas sekaligus daya tarik wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengapresiasi penuh antusiasme warga Beji. Ia menilai hampir semua penampilan dalam karnaval merupakan karya kreatif masyarakat setempat.

“Melihat antusiasme dari masyarakat ini sangat luar biasa, terutama dari penampilannya yang mayoritas dari masyarakat di sekitar Beji,”kata Onny.

Onny menilai tingginya partisipasi warga menunjukkan budaya masih punya tempat kuat di tengah masyarakat. Ia juga melihat potensi besar untuk mengembangkan karnaval ini menjadi agenda wisata berbasis budaya.

Gerakkan Ekonomi Warga Lewat UMKM

Selain aspek budaya, Onny menyoroti peran UMKM yang ikut meramaikan sepanjang jalur karnaval. Para pelaku usaha mikro menjajakan makanan, minuman, dan kerajinan. Hal ini dinilai memberi dampak ekonomi langsung bagi warga.

Baca Juga :  Indonesia bersama Australia resmi meluncurkan program KITA SEHAT

“Harapannya selain memperkenalkan budaya Kota Batu juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,”ujarnya.

Menurut Onny, Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata berkomitmen mendukung kegiatan budaya di desa-desa. Ke depan, Karnaval Budaya Desa Beji akan diagendakan lebih terarah dan dipromosikan lebih luas.

<!–nextpage–>

“Kalau dari kita, salah satunya mengagendakan di tahun depan, kemudian membantu mempromosikan terkait kegiatan ini,”tambah Onny.

Ia juga menyinggung bahwa banyak desa di Kota Batu punya tradisi serupa. Jika dikemas dengan baik, kegiatan-kegiatan itu bisa memperkuat branding Kota Batu sebagai kota wisata berbasis budaya dan tradisi.

Selamatan Desa ke-148, Tradisi yang Terus Hidup

Selamatan Desa Beji sendiri sudah berjalan selama 148 tahun. Karnaval budaya menjadi agenda pembuka sebelum rangkaian acara inti lainnya. Tradisi ini menjadi bukti bahwa masyarakat Beji konsisten menjaga warisan leluhur.

Lebih dari sekadar seremoni, selamatan dan karnaval menjadi ruang untuk memperkuat persatuan. Warga dari berbagai RW dan RT yang biasanya sibuk dengan aktivitas masing-masing, bertemu dan bekerja sama untuk satu tujuan: merayakan desa.

Baca Juga :  Peringati HMKG ke-79, BMKG Perkuat Layanan untuk Mendukung Ketahanan Nasional

Keterlibatan pemuda, ibu-ibu PKK, karang taruna, dan komunitas seni lokal membuat karnaval tahun ini terasa lebih hidup. Beragam tema ditampilkan, mulai dari cerita rakyat, potensi pertanian, hingga isu lingkungan yang dikemas dalam bentuk teatrikal dan musik.

Harapan ke Depan

Dengan suksesnya Karnaval Budaya tahun ini, warga dan pemerintah desa berharap kegiatan serupa bisa terus ditingkatkan kualitasnya. Bukan hanya sebagai pesta rakyat, tapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan pelestarian budaya.

Semangat yang ditunjukkan warga Beji sejalan dengan visi Kota Batu untuk mengembangkan pariwisata berbasis komunitas. Ketika budaya dilestarikan, ekonomi bergerak, dan kebersamaan terjaga, maka desa pun tumbuh.

Penutupan karnaval ditandai dengan arak-arakan menuju balai desa. Warga masih bertahan hingga sore hari untuk menyaksikan penampilan seni dan menikmati kuliner dari lapak UMKM.

Bagi masyarakat Beji, karnaval ini adalah pengingat: merayakan tradisi berarti juga merawat masa depan. Dan di usia desa yang ke-148, Desa Beji membuktikan bahwa budaya bisa menjadi jembatan antara masa lalu, kini, dan esok. (Advertorial)

Penulis : Shereen

Follow WhatsApp Channel onlinepantura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang bersama Gubernur Banten Andra Soni dampingi Sekretaris Kabinet Republik Indonesia kunjungi Sekolah Rakyat PPI Curug
Wali Kota Nurochman Sampaikan Arah Anggaran Kota Batu Tahun 2027
Kemendikdasmen bersama Pemerintah Inggris melalui Program Beasiswa Chevening Resmi Jalin Kemitraan
Sambut 1 Agustus Menteri Agama ajak masyarakat Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum
Indonesia bersama Australia resmi meluncurkan program KITA SEHAT
Peringati Hari Anak Nasional 2026, Menkomdigi Resmikan Deklarasi Sekolah Cakap Digital
Peringati HMKG ke-79, BMKG Perkuat Layanan untuk Mendukung Ketahanan Nasional
Menko PMK didampingi Menteri Agama luncurkan Gernas RANA di Satuan Pendidikan Keagamaan
Berita ini 33 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:45 WIB

Karnaval Budaya Desa Beji 2026 Meriah, Pemkot Batu Dorong jadi Agenda Wisata Tahunan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Bupati Tangerang bersama Gubernur Banten Andra Soni dampingi Sekretaris Kabinet Republik Indonesia kunjungi Sekolah Rakyat PPI Curug

Rabu, 5 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Kemendikdasmen bersama Pemerintah Inggris melalui Program Beasiswa Chevening Resmi Jalin Kemitraan

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:03 WIB

Sambut 1 Agustus Menteri Agama ajak masyarakat Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:52 WIB

Indonesia bersama Australia resmi meluncurkan program KITA SEHAT

Berita Terbaru