KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, resmi meluncurkan inovasi digital terbaru bernama Teras Desa (Tempat Edukasi, Rembug, dan Layanan Aspirasi Desa), Kamis (15/10/2026).
Langkah inovatif ini dihadirkan guna mempermudah masyarakat menyampaikan aspirasi sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam pembinaan serta pengawasan pembangunan desa secara transparan dan berkesinambungan.
Layanan berbasis digital ini mulai diterapkan penuh per 15 Oktober 2026. Melalui situs web resmi dan integrasi Google Form, warga maupun para pemangku kepentingan (stakeholders) kini dapat memantau informasi perencanaan pembangunan desa, menyampaikan masukan, hingga melaporkan kendala di lapangan secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perkuat Sinergi dan Transparansi Pembangunan Desa
Peluncuran dan sosialisasi Teras Desa berlangsung khidmat di Aula Kecamatan Teluknaga. Acara tersebut dihadiri oleh Camat Teluknaga Kurnia, Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Desa (Binwasdes) Budi, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang Shandy, Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Yusup Fadli, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Teluknaga.
Camat Teluknaga, Kurnia, menegaskan bahwa Teras Desa dirancang sebagai jembatan penghubung antara kebutuhan nyata masyarakat dan proses perencanaan serta pengawasan di tingkat pemerintahan.

”Dengan adanya Teras Desa, kami berharap masyarakat lebih mudah dalam menyampaikan aspirasi. Kendala maupun persoalan pembangunan di lapangan dapat lebih cepat diketahui dan direspon, baik oleh pemerintah desa maupun kecamatan,”ujar Kurnia saat memberikan sambutan.
Akses Mudah Lewat Ponsel Pintar
Kasi Binwasdes Kecamatan Teluknaga, Budi, menjelaskan bahwa platform Teras Desa sengaja dirancang agar ramah pengguna (user-friendly) dan dapat diakses dengan mudah cukup melalui ponsel pintar (smartphone).
Melalui kanal rembug dan layanan aspirasi digital ini, warga tidak hanya menyampaikan keluhan secara tertulis, tetapi juga dapat melampirkan bukti dokumentasi foto kondisi pembangunan di lingkungan mereka.

“Aspirasi serta laporan dari masyarakat akan terdokumentasi secara terstruktur. Hal ini sangat membantu pemerintah desa dan kecamatan dalam mengidentifikasi masalah di lapangan, sekaligus menentukan skala prioritas pembinaan dan pengawasan secara akurat,”terang Budi.
Ia menambahkan, inovasi ini mengubah paradigma pembangunan di mana masyarakat tidak lagi sekadar menjadi penerima manfaat, melainkan aktor aktif yang turut mengawal gagasan demi kemajuan desa.
“Yuk, kita manfaatkan Sistem Informasi Teras Desa ini secara maksimal demi mewujudkan kemajuan dan pelayanan prima di desa serta Kecamatan Teluknaga,”ajak Budi di akhir keterangannya. (adv)























Komentar