KOTA BATU – Mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu, Pj Wali Kota Batu, Nurochman, menggelar kegiatan ziarah ke Makam Mbah Batu yang berlokasi di Dusun Banaran, Desa Bumiaji, pada Rabu (14/10/2026).
Suasana khidmat mewarnai jalannya acara yang diisi dengan prosesi tabur bunga, doa bersama, serta pemotongan tumpeng bersama tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan mendalam atas jasa para leluhur pendiri Kota Batu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengenal Sosok Mbah Batu: Babad Alas dan Sejarah Kota Batu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman menegaskan pentingnya mengenang sejarah dan nilai perjuangan para pendahulu. Mbah Batu dikenal secara turun-temurun sebagai sosok babad alas atau perintis awal yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah terbentuknya kawasan Batu.
Nurochman menyampaikan bahwa nilai keteladanan yang ditinggalkan para pendahulu harus menjadi pemantik semangat bagi jajaran pemerintah dan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan wilayah.
”Sudah menjadi kewajiban kita untuk meneruskan kebaikan dan cita-cita para pendahulu yang belum tersampaikan, melalui kerja nyata bagi masyarakat Kota Batu,”ujar Nurochman di sela-sela kegiatan.
Penataan Kawasan Makam Mbah Batu Dorong Potensi Wisata Religi
Sebagai bentuk komitmen menjaga cagar budaya dan warisan sejarah, Pemerintah Kota Batu memberikan perhatian khusus terhadap perbaikan infrastruktur dan fasilitas fisik di kawasan Makam Mbah Batu.
Beberapa langkah penataan yang direncanakan antara lain:
Pembangunan Pagar Kawasan: Menjaga keasrian, keamanan, dan batas area makam.
Peningkatan Kunjungan: Memastikan peziarah dapat berdo’a dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
Penguatan Destinasi Wisata Religi: Mendorong kawasan Dusun Banaran, Desa Bumiaji, menjadi salah satu pusat wisata religi Kota Batu yang tertata rapi.
Dengan penataan lingkungan yang semakin asri dan nyaman, kawasan ini diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat luas untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kearifan lokal Kota Batu.
Refleksi Hari Jadi ke-25 Kota Batu
Momentum ziarah makam leluhur ini menjadi pengingat penting pada usia seperempat abad Kota Batu.
Rangkaian Hari Jadi ke-25 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan ajang memperkuat rasa syukur, menghargai akar sejarah, serta meneguhkan komitmen bersama untuk membangun Kota Batu yang semakin sejahtera tanpa melupakan nilai-nilai warisan leluhur. (hms)























Komentar