Ia mengatakan,”Perjalanan waktu memang memunculkan sebuah tradisi budaya yang baru. Tetapi sebuah budaya leluhur yang kita miliki sebagai orang Desa Junrejo ini harus tetap kita pertahankan”.

Ditambahkannya, dalam menjalankan pemerintahan desa, perbedaan pendapat dan pikiran merupakan hal biasa yang selalu terjadi. Meski demikian warga Desa Junrejo memiliki cara dan kebijakan dalam menyikapi semua perbedaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mari semua perbedaan pemikiran, memaknai kemerdekaan dalam berpendapat benar-benar menjadi evaluasi bagi kita semua tanpa menghilangkan keluhuran budaya yang kita miliki”.Imbuhnya.
Sementara di lain kesempatan Ketua Pelaksana, Simon Purwoali kepada awak media menjelaskan dengan peringatan HUT RI ke-81 ini masyarakat serta pemuda desa dapat memahami makna dari kemerdekaan.
“Ini adalah upacara yang kesekian kalinya diadakan di tingkat desa. Alhamdulillah begitu khidmatnya supaya masyarakat dan pemuda desa memahami makna dari pada kemerdekaan ini”,ujar Simon kepada awak media.
Usai upacara ini, kegiatan dilanjutkan dengan acara andong-andong di tiga dusun yakni Junwatu, punden Njeding lanjut ke Punden Rejoso serta lomba tingkat RW.
Pelaksanaan upacara bendera ini, tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskib) dan paduan suara ditampilkan oleh anak didik SMKN 2 Kota Batu. Selain itu, dari warga Dusun Rejoso menampilkan pengibaran bendera Merah Putih sepanjang 100 meter usai upacara. (shereen)
Halaman : 1 2




















Komentar