Konsep tersebut juga membuat suasana karnaval semakin menarik. Warga tidak hanya mengenakan pakaian adat, tetapi juga menampilkan kesenian tradisional dan berbagai unsur budaya lainnya dalam bentuk pertunjukan.
Sementara itu, Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan, menjelaskan bahwa karnaval budaya merupakan kegiatan kedua dari seluruh rangkaian Selamatan Desa Junrejo.
Ia mengatakan, sebanyak 10 RW yang ada di Desa Junrejo mendapatkan kesempatan untuk mewakili provinsi atau daerah tertentu di Indonesia berdasarkan hasil undian dari panitia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami punya 10 RW, kita undi. 10 RW ini mewakili provinsi-provinsi yang ada di Indonesia,” ungkap Andi Faizal.
Ia menambahkan, setiap RW tidak hanya diwajibkan menampilkan pakaian adat dari daerah yang diperoleh. Mereka juga harus memperkenalkan seni tradisional, budaya, hingga makanan khas daerah tersebut.
“Misalnya mereka memilih Jawa Timur mendapat pilihan Madura, maka mereka harus menampilkan pakaian adat Madura, seni tradisional Madura, makanan khas Madura dan segala seni yang ada di Madura. Itu ditampilkan secara teatrikal. Sama yang lain pun seperti itu, sesuai pilihannya,” imbuhnya.
Konsep tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat sepanjang pelaksanaan karnaval. Tidak hanya masyarakat Desa Junrejo, sejumlah warga dari luar desa juga turut menyaksikan berbagai pertunjukan budaya yang ditampilkan peserta.
Keberagaman budaya yang dihadirkan masing-masing RW menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai pakaian adat dan pertunjukan tradisional seolah membawa suasana sejumlah daerah di Indonesia ke tengah masyarakat Desa Junrejo.
Selain penampilan budaya, karnaval juga semakin semarak dengan aksi pengibaran bendera Merah Putih berukuran raksasa, yang ditampilkan oleh SMK Bhineka Tunggal Ika Junrejo.
Bendera tersebut memiliki ukuran lebar sekitar 2 meter dengan panjang mencapai 100 meter. Pengibaran bendera dilakukan oleh puluhan siswa dan dikawal oleh warga dari perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kecamatan Junrejo.
Wakil Kepala Sekolah SMK Bhineka Tunggal Ika bidang Humas dan Kurikulum, Teguh Wibowo, mengatakan sebanyak 50 siswa dilibatkan dalam aksi membawa bendera raksasa tersebut.
“Kita menampilkan pasukan bendera, dimana bendera tersebut berukuran lebar 2 meter dengan panjang 100 meter,” ungkap Teguh.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















Komentar