Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Kabupaten Tangerang, Optimal, Cepat, Tepat, dan Terintegrasi 

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tirmizi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tirmizi

KABUPATEN TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka acara pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Kabupaten Tangerang yang digelar di Hotel Vega Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Selasa (19/5/26).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa kesehatan ibu dan bayi merupakan pondasi penting dalam membangun masa depan daerah dan bangsa. Menurutnya, ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing sehingga upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir harus terus ditingkatkan dan menjadi perhatian bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir bukan hanya program kesehatan semata, tetapi investasi besar untuk masa depan. Karena satu nyawa ibu dan satu nyawa bayi sangat berarti bagi masa depan keluarga dan masa depan daerah ini,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan aksesibilitas dan mutu pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan. Salah satu indikatornya terlihat dari penurunan angka kematian ibu (AKI) yang turun dari 34 kasus pada tahun 2024 menjadi 23 kasus pada tahun 2025.

Baca Juga :  Lurah Pakuhaji Bangun Rumah  Warganya Yang Tinggal Di Gubuk 

“Alhamdulillah, kita melihat adanya penurunan angka kematian ibu dari 34 kasus pada tahun 2024 menjadi 23 kasus pada tahun 2025. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri dan menjadi hasil dari kerja bersama seluruh pihak,” katanya.

Meski demikian, Bupati Maesyal juga mengingatkan bahwa angka kematian bayi (AKB) masih menjadi perhatian serius karena angka kasus pada tahun 2024 dan tahun 2025, masih belum ada perubahan yang cukup signifikan. Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi evaluasi bersama untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.

Menurut dia, tingginya sasaran kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang membutuhkan kesiapan pelayanan kesehatan yang semakin optimal, cepat, tepat, dan terintegrasi. Mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga bayi lahir harus mendapatkan pengawasan dan pelayanan kesehatan yang aman serta berkualitas.

“Saya minta Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir agar terus meningkatkan pemantauan, monitoring, evaluasi, serta respons cepat terhadap setiap potensi risiko yang terjadi di lapangan. Kita harus memastikan tidak ada keterlambatan penanganan, tidak ada kendala rujukan, dan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,”tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang luncuran Logo Hari Jadi ke-393 Kabupaten Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tirmizi, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk percepatan menekan angka kematian ibu dan bayi.

Kegiatan ini mempertemukan dan mengumpulkan seluruh pihak terkait, mulai dari manajemen rumah sakit, para kepala Puskesmas, BPJS Kesehatan, hingga organisasi profesi guna menciptakan komitmen dan tindak lanjut yang nyata di lapangan.

“Tim ini memiliki fungsi strategis untuk memberikan masukan serta melakukan tinjauan (review) mendalam terhadap kegiatan penanganan pada tahun-tahun sebelumnya, yang nantinya akan dijadikan dasar evaluasi bagi Dinas Kesehatan dalam menyusun langkah penanganan yang lebih efektif,” jelas Hendra.

Dinkes juga telah menjalankan berbagai upaya konkret untuk memaksimalkan pelayanan, meliputi pembangunan sistem rujukan yang terintegrasi, pemberian penyuluhan intensif kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala, hingga penguatan mutu dan kapasitas para tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas maupun rumah sakit.

​”Meskipun angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang saat ini sudah berada di bawah rata-rata angka nasional, kami (Dinkes) tetap berkomitmen penuh untuk terus menurunkannya agar lebih rendah dari capaian tahun 2025,”pungkasnya. (rls/hms)

Follow WhatsApp Channel onlinepantura.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korsabhara Baharkam Polri Berjaya di KASAL CUP V 2026, Sabet Emas dan Perunggu
Ketua Media Center Rajeg Kecam Keras Oknum yang Backup Pedagang Obat Daftar G
Momen Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah belum lengkap tanpa Sayur Ketupat
Grib Jaya PAC Pakuhaji Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Semoga Semakin Terdepan dan Bersinergi  
Arul Pimpin Aksi Sosial FRJRI di Kronjo, 200 Anak Yatim dan Kaum Jompo Terima Santunan
Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026
Kelurahan Pakuhaji Kabupaten Tangerang Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026
Pemerintah Desa Jatimulya Mengucapkan Selamat Dan Sukses Terselenggaranya STQ Ke-10 Tingkat Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:15 WIB

Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Kabupaten Tangerang, Optimal, Cepat, Tepat, dan Terintegrasi 

Senin, 6 April 2026 - 17:50 WIB

Korsabhara Baharkam Polri Berjaya di KASAL CUP V 2026, Sabet Emas dan Perunggu

Sabtu, 4 April 2026 - 18:35 WIB

Ketua Media Center Rajeg Kecam Keras Oknum yang Backup Pedagang Obat Daftar G

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:27 WIB

Momen Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah belum lengkap tanpa Sayur Ketupat

Senin, 16 Maret 2026 - 21:26 WIB

Grib Jaya PAC Pakuhaji Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Semoga Semakin Terdepan dan Bersinergi  

Berita Terbaru