Fordewi Dorong Jadi Wisata Edukasi Baru Kota Batu

Minggu, 4 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BATU – Potensi peternakan sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mulai dilirik sebagai kekuatan baru pariwisata berbasis masyarakat. Hal itu terlihat dari gelaran Festival “Nyusu Bareng” yang sukses digelar di Dusun Brau, Minggu (4/10/2026).

Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu menilai Dusun Brau memiliki nilai ekonomi sekaligus daya tarik wisata yang sangat besar. Indikatornya jelas, populasi sapi perah mencapai sekitar 2.500 ekor, jumlah yang bahkan lebih banyak dibandingkan penduduk setempat.

Dari ribuan ekor tersebut, produksi susu segar mencapai sekitar 10 ribu liter setiap hari. Potensi ini yang kemudian dikemas tidak hanya sebagai aktivitas peternakan, tapi juga sebagai wisata edukasi yang memperkenalkan proses beternak hingga pengolahan susu kepada wisatawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mempercepat promosi, Fordewi sengaja mengundang 30 travel agent dari Jawa-Bali untuk hadir langsung dalam festival.

Ketua Fordewi Kota Batu, Muchamad Dadi, mengatakan kehadiran para travel agent diharapkan bisa menjadi jembatan promosi Dusun Brau ke pasar wisata yang lebih luas.

Baca Juga :  Bupati Tangerang Paparkan Konsep Pembangunan Wilayah Pesisir Kabupaten Tangerang

“Dalam kesempatan kali ini kami mengundang travel agent se-Jawa-Bali kurang lebih 30 travel agent yang hadir langsung menyaksikan pemaparan dari pengelola kampung wisata edukasi susu sapi perah ini.

Mereka akan mendengarkan langsung sehingga dapat tersebar cepat bahwa di Dusun Brau ini ada paket yang luar biasa, yang patut dijual dan dipromosikan,” ujar Dadi.

Menurut Dadi, jaringan travel agent menjadi kunci pemasaran yang efektif. Semakin banyak wisatawan datang, perputaran ekonomi warga akan semakin terasa, termasuk terbukanya pasar bagi produk olahan susu masyarakat Dusun Brau.

Ia menegaskan, Festival “Nyusu Bareng” tidak boleh berhenti sebagai seremoni saja.

“Harapannya tidak hanya berhenti di event ini saja. Salah satu indikator berhasilnya event ini adalah apa yang akan muncul setelah event ini,” tegasnya.

“Apa yang akan tumbuh setelah event ini selesai, tidak stagnan, masyarakatnya lebih inovatif, produknya lebih banyak, live in-nya juga lebih banyak,” tambah Dadi.

Dadi menambahkan, memang sapi perah ada di banyak tempat, tapi keunggulan Dusun Brau ada pada konsep desa wisatanya yang lengkap.

Baca Juga :  Wali Kota Nurochman Apresiasi Damar Lansia, Hadirkan Hunian Lebih Layak bagi Lansia

“Saya rasa di tempat lain ada, tetapi diingat potensi kali ini yang kita angkat potensi desa wisata. Potensi desa wisata itu ada pelaku, ada produk yang terjual, ada lembaga desa wisatanya yang mengelola,”pungkasnya.

*Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Warga*

Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari, Andi Susilo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Fordewi menggelar festival di wilayahnya.

“Dengan acara Nyusu Bareng ini ke depannya supaya Dusun Brau dikenal sebagai dusun wisata peternakan sapi serta produk olahan susu,”ungkap Andi.

Ia berharap branding Dusun Brau sebagai wisata peternakan berdampak langsung pada ekonomi warga.

“Harapannya semakin dikenal dapat berdampak pada ekonomi warga,” imbuhnya.

Festival “Nyusu Bareng” diharapkan menjadi titik awal transformasi Dusun Brau. Kolaborasi antara masyarakat, pengelola desa wisata, pemerintah desa, Fordewi, dan pelaku industri perjalanan menjadi kunci agar potensi 2.500 sapi perah dan 10 ribu liter susu per hari bisa menjadi pengalaman wisata edukatif sekaligus sumber ekonomi baru bagi warga.

(Shereen Mulya) 

Berita Terkait

Ribuan Anak Meriahkan Festival “Nyusu Bareng” di Dusun Brau, Wali Kota Batu Apresiasi Potensi Wisata Edukasi Susu
Wali Kota Nurochman Apresiasi Damar Lansia, Hadirkan Hunian Lebih Layak bagi Lansia
BGN siapkan 480 Dapur SPPG perluas layanan MBG
Peringatan G30S/PKI mengenang tragedi kelam gugurnya para perwira tinggi militer
Festival Pangan Lokal Kota Batu Hadirkan Beragam Olahan Pangan Lokal Non Beras
Putra Bungsu Soekarno, Guruh Sukarnoputra Tutup Usia
Cak Nur Bersama UMKM Kota Batu, Kuatkan Dukungan Pengembangan dan Bantuan Permodalan Usaha
Dua Siswi SDIT Al-Mansyur Juara Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi, Wakili Bangka Belitung ke Tingkat Nasional 
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Fordewi Dorong Jadi Wisata Edukasi Baru Kota Batu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Ribuan Anak Meriahkan Festival “Nyusu Bareng” di Dusun Brau, Wali Kota Batu Apresiasi Potensi Wisata Edukasi Susu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Wali Kota Nurochman Apresiasi Damar Lansia, Hadirkan Hunian Lebih Layak bagi Lansia

Rabu, 30 September 2026 - 07:44 WIB

BGN siapkan 480 Dapur SPPG perluas layanan MBG

Rabu, 30 September 2026 - 06:36 WIB

Peringatan G30S/PKI mengenang tragedi kelam gugurnya para perwira tinggi militer

Berita Terbaru

Nasional

Fordewi Dorong Jadi Wisata Edukasi Baru Kota Batu

Minggu, 4 Okt 2026 - 14:53 WIB

Banten

Peringati HUT ke-26 Banten, Pemprov Gelar Tablig Akbar 

Minggu, 4 Okt 2026 - 03:23 WIB