KABUPATEN TANGERANG – Malam pertama acara Tawasyulan giat tahunan Ruatan bumi desa Gempol sari ratusan warga antusias hadiri kegiatan ynag bertempat di area pendopo kampung Dato Rt. 04/03 Desa Gempol sari Kecamatan Sepatan timur Kabupaten Tangerang
Masyarakat Desa Gempol sari menggelar tradisi ruatan bumi sebagai wujud syukur serta kebersamaan. Prosesi yang dikenal dengan sebutan budaya tahunan ruatan bumi ini berlangsung 2 hari yang diawali malam pertama dengan tawasyulan kirim hadiah puji kepada leluhur pendahulu penyebar agama islam di Desa Gempol sari, Sabtu (11/7/26) malam.
Pada hari minggu pagi 12 Juli 2026 Warga berjalan kaki dari kantor desa Gempol sari menuju situs sambil membawa gundukan hasil bumi,diiringi tabuhan ondel-omdel yang menambah kemeriahan suasana. Sejumlah tokoh masyarakat, Kesepuhan, hingga Bupati Tangerang yang diwakilkan oleh Dr. Drs.H.Ashrof Farhan Firzada, S. E Firza ASDA III Bidang Administrasi Kabupaten Tangerang, Forkopimcam Kecamatan Sepatan timur turut hadir dalam barisan.
Dr. Drs. H. Ashrof Farhan Firzada, S.E.
mewakili Bupati Tangerang menyampaikan beberpaa hal saat sambutan
”Tentunya secara pribadi saya merasa senang dan bangga atas antusias masyarakat desa Gempol sari yang luar biasa. Tentunya ini menunjukan bahwa budaya kita masi ada dan masi terjaga menjadi bagian penting dalam kehidupan kita sehari-hari” Tuturnya.
”Ruatan bumi merupakan bentuk sujud syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan kita rizki, kesehatan, keselamatan, keberkahan hidup dan sekaligus juga menjadi pengingkat kita semua bahwa kita punya tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur kita” Ucapnya.
Budaya seperti ini jangan sampai hilang harus kita jaga bersama, kita perkenalkan kepada anak-anak dan generasi muda, karena dalam kebudayaan ini ada nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong, saling menghormati dan saling peduli.
Kami berharap selain kita bisa menjaga budaya jangan lupa kita juga harus menjaga lingkungan jangan sampai membuang sampah sembarangan karena ruatan bumi juga mengajarkan kita untuk hidup selaras dengan alam, Tandasnya.
Ditempat yang sama, Camat Sepatan timur Miftah Shuritho. S.STP,MM mengapresiasi tradisi ini sebagai langkah pelestarian budaya sekaligus penghormatan kepada pendiri wilayah. Ia menilai budaya ruatan bumi sebagai momentum bagi masyarakat untuk meneladani semangat pengabdian para leluhur.
”Ini wujud kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus memupuk semangat berjuang dan kebersamaan serta gotong royong” katanya.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi budaya ruatan bumi tetap hidup sebagai warisan budaya yang menyatukan agama, sejarah, dan kebersamaan, Tutup Camat. (Soleh)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT








Komentar