KABUPATEN TANGERANG –Memasuki hari kedelapan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin langsung rapat evaluasi penanganan kebakaran di lokasi TPA Jatiwaringin, Selasa (07/07/26).
Rapat evaluasi tersebut dihadiri Brigjen Johan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kapolresta Tangerang, Dansatradar, Kasdim 0510/Tigaraksa, perwakilan Kementerian Lingkungan Kehutanan, Manggala Agni, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, serta unsur Forkopimda dan relawan yang terlibat dalam proses penanganan kebakaran.
Dalam keterangannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan rapat evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas berbagai langkah yang telah dijalankan selama sepekan terakhir dalam upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran TPA Jatiwaringin.
“Hari ini adalah hari kedelapan sejak kebakaran pertama terjadi. Setiap kegiatan tentu perlu dievaluasi untuk melihat sejauh mana upaya yang telah dilakukan, apakah sudah tepat sasaran, sesuai program, dan sesuai target yang ditetapkan. Dari hasil evaluasi tadi, alhamdulillah berbagai langkah yang kita lakukan mulai menunjukkan hasil yang baik,”ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurutnya, strategi penanganan yang disusun bersama BNPB sejak hari pertama terbukti efektif. Beberapa titik yang sebelumnya menjadi pusat kebakaran kini telah berhasil dipadamkan.
“Sasaran awal yang menjadi prioritas penanganan sudah berhasil kita selesaikan. Ini menunjukkan bahwa langkah yang dilakukan bersama BNPB tepat sasaran, tepat objek, dan sesuai dengan program yang telah direncanakan,”ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada tim Manggala Agni yang sejak tiba di lokasi pada Rabu malam langsung bekerja tanpa henti melakukan penanganan di area-area sulit dan medan yang cukup berat.
“Manggala Agni bekerja pagi, siang, dan malam di lokasi yang medannya tidak mudah. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya. Hasilnya sudah terlihat, sejumlah titik api yang sebelumnya muncul kini berhasil dikendalikan dan asap juga semakin berkurang,”ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui kondisi angin kencang masih menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Tiupan angin yang mulai meningkat sejak pagi hari menyebabkan bara api dan material terbakar berpindah ke titik-titik lain sehingga memicu munculnya titik api baru.
“Ini yang menjadi kendala terbesar. Karena itu seluruh unsur bergerak secara terpadu dan terintegrasi, mulai dari BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, Forkopimda, relawan, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kecamatan hingga desa bergandengan tangan untuk menyelesaikan persoalan ini,”jelasnya.
Untuk mempercepat proses pemadaman, operasi water bombing menggunakan helikopter BNPB masih terus dilakukan. Hingga saat ini helikopter telah beroperasi selama lima
















