Sebanyak 72 orang yang terdiri atas pemain dan ofisial bertolak menuju Kudus, Jawa Tengah, untuk mengikuti kompetisi nasional. Selanjutnya, sebagian pemain akan melanjutkan perjalanan ke Swedia guna berlaga di turnamen internasional.
“Ini sangat membanggakan, karena mereka sudah berada di level nasional dan internasional dalam sepak bola putri. Ini berkat kegigihan semua pihak, mulai dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di Tangsel, orang tua, hingga klub. Dengan segala keterbatasan yang ada, mereka mampu meraih prestasi yang luar biasa,” ujar Benyamin.
Tim sepak bola putri Tangsel yang dibentuk sejak 2021 itu akan lebih dahulu berlaga pada kompetisi nasional di Kudus pada 3 Juli mendatang. Setelah itu, sebanyak 23 pemain terpilih akan terbang ke Swedia sekitar 10 Juli untuk mengikuti turnamen internasional bertajuk *Meet the World with SKF*.
Dalam ajang yang disponsori perusahaan manufaktur asal Swedia, SKF, tersebut, tim putri Tangsel akan mewakili Indonesia dan bersaing dengan peserta dari 78 negara.
Keikutsertaan di panggung internasional ini bukanlah sesuatu yang datang secara instan. Tim putri Tangsel sebelumnya berhasil menjuarai kompetisi tingkat regional sehingga berhak melaju ke turnamen internasional.
Benyamin menyampaikan bahwa biaya keberangkatan ke Kudus maupun ke Swedia ditanggung oleh sponsor swasta. Ia juga menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Tangerang Selatan terhadap perjuangan tim, apa pun hasil yang nantinya diraih. (hms)




















