BLITAR, ONLINEPANTURA.COM – Motif menantu perempuan bunuh ibu mertua di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, dilatar belakangi sakit hati.
Pelaku, yaitu, NV (21), asal Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, sakit hari karena sering dicaci maki oleh ibu mertuanya, SP (70).
“Motif tersangka melakukan perbuatannya karena rasa sakit hati kepada korban atau ibu mertuanya. Tersangka mengaku sering dicaci maki oleh korban,” kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, Selasa (27/1/2026).
Kalfaris menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Kronologi Kejadian
Saat peristiwa terjadi, anak korban atau suami pelaku sedang keluar rumah.
Di dalam rumah, hanya ada pelaku, korban, dan anak korban yang berusia 1,5 tahun.
Sebelum terjadi pembunuhan, pelaku dan korban sempat bertengkar. Korban mengusir pelaku dari rumah.
Dalam pertengkaran itu, korban mengambil gergaji dan mengacungkan ke arah pelaku. Hal itu semakin menyulut emosi pelaku.
Pelaku kemudian mendorong korban ke kamar. Korban terjatuh si atas tempat tidur.
Saat korban terjatuh, pelaku mencekik leher korban. Pelaku juga membekap wajah korban menggunakan bantal.
Pelaku melihat gunting di sekitar tempat tidur. Pelaku mengambil gunting dan menusukkan ke leher korban sebanyak tiga kali.
Pelaku juga menusukkan gunting ke perut sebelah kanan korban sebanyak dua kali.
“Korban masih sempat meronta. Saat melihat korban meronta, pelaku kembali menusuk korban. Setelah korban tak berdaya, pelaku kabur bersama anaknya,” ujarnya.
Motif dan Penangkapan
Dikatakannya, peristiwa pembunuhan yang dilakukan pelaku kepada korban secara spontanitas.
“Peristiwa ini tidak direncanakan. Tindakan pelaku ini secara spontanitas. Mungkin ini puncak kemarahan pelaku kepada korban. Karena pelaku sering dicaci maki oleh korban. Korban tidak suka punya menantu pelaku,” katanya.
Kalfaris menjelaskan, pelaku menikah dengan anak korban sekitar 1,5 tahun. Setelah menikah, pelaku dan suami tinggal di rumah korban.
“Sekitar 2,5 jam setelah kasus dilaporkan, kami menangkap pelaku di wilayah Tulungagung. Pelaku hendak pulang ke Tangerang,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang perempuan lanjut usia, SP (70), ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di leher di kamar rumahnya, Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Senin (26/1/2026) pukul 23.00 WIB.
SP diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh menantu perempuannya sendiri.
(Ast/Red)








