KABUPATEN TANGERANG, ONLINEPANTURA.COM – Seorang warga Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, melaporkan dugaan terjadinya cacat permanen pada bayinya setelah menjalani proses persalinan di Puskesmas Sukatani. Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan pertanyaan terkait standar pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan persalinan.
Bayi dari ibu berinisial N (35) dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian lengan dan bahu kanan usai dilahirkan. Hingga saat ini, kondisi tersebut belum sepenuhnya pulih dan membatasi aktivitas sang bayi.
Pihak keluarga menduga gangguan tersebut terjadi akibat penanganan medis saat proses persalinan. Menurut keluarga, sebelum persalinan dilakukan, hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan kondisi janin dalam keadaan normal dan sehat.
“Kondisinya berubah setelah anak saya lahir. Lengan bahunya diduga mengalami patah akibat proses persalinan, Sekarang aktivitasnya sangat terbatas,” ujar salah satu anggota keluarga saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Senin (19/01/2026).
Sementara pihak N mengatakan dari awal mengetahui anak nya seperti itu, pihak puskesmas tidak ada pendampingan untuk pengobatan ke dr ortopedi hanya di vasilitasi mobil ambulance saja
Bahkan baru hari ini juga pihak dari puskesmas datang berkunjung ke rumah kami dan berjanji besok akan mendampingi kami terapi anak kami,” tandasnya
Menanggapi dugaan tersebut, Kepala Puskesmas Sukatani melalui perwakilannya, dr. Nurul, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan bahwa seluruh tindakan medis yang dilakukan oleh pihak puskesmas telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kami dari Puskesmas Sukatani telah melakukan prosedur persalinan dengan baik dan sesuai standar. Tindakan medis dilakukan berdasarkan kondisi pasien saat itu. Terkait kabar bahwa bayi mengalami cacat pada lengan dan bahu kanan, hal tersebut masih perlu penanganan dan pemeriksaan lanjutan,” jelas dr. Nurul.
Ia juga menambahkan bahwa pihak puskesmas telah memberikan perhatian dan pendampingan lanjutan kepada pasien. Pemeriksaan rutin dilakukan secara intensif, bahkan hingga dua kali dalam seminggu.
“Kami melakukan pemantauan secara berkala. Jika ambulans puskesmas sedang digunakan, Pemerintah Desa Daon juga siap membantu dengan menyediakan ambulans desa,” tambahnya.
Dr. Nurul menegaskan bahwa pasien datang dengan kondisi tertentu yang memang memerlukan penanganan khusus, dan tim medis telah bekerja sesuai indikasi medis yang ada.
Ke depan, Puskesmas Sukatani menyatakan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi bayi tersebut, serta berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga Desa Daon.
Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi perhatian bersama agar pelayanan kesehatan, khususnya pada proses persalinan, terus dievaluasi dan ditingkatkan demi keselamatan ibu dan bayi.








