KABUPATEN TANGERANG, ONLINEPANTURA.COM – Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten kini memasuki babak baru Kemandirian Ekonomi seiring dengan diresmikannya Koperasi Desa (KOPDES) Merah Putih.
Acara peluncuran (Launching) yang berlangsung meriah yang dihadiri oleh seluruh elemen penting: unsur Kecamatan, Kepala Desa, dan Pengurus KDMP. Peresmian ini menjadi titik tolak bagi penguatan ekonomi , sejalan dengan program nasional yang fokus pada pembangunan berbasis gotong royong dan kemitraan.
Launching Koperasi Desa Merah Putih Kampung Melayu Timur Fokus pada usaha riil dan akses kebutuhan pokok, koperasi desa ini diharapkan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Kampung Melayu Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Kecamatan Teluknaga resmi meluncurkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kampung Melayu Timur, Rabu (29/4) di hadiri Camat Teluknaga, Kades Melayu Timur H. Jamaludin, jajaran Bhabinkamtibmas Desa, Babinsa Desa serta perwakilan PIK 2, sebagai langkah awal mendorong penguatan ekonomi warga berbasis koperasi.
Peluncuran yang digelar di Kantor Pemerintah Desa Kampung Melayu Timur ini menjadi penanda dimulainya upaya konkret kolaborasi antara pemerintah desa dan kecamatan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Mewakili Camat Teluknaga Kurnia SSTP MSi, Kepala Seksi Bina Pengawasan Desa (Binwasdes) Budi SP.d, menegaskan, koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan anggota.
“Koperasi ini bukan sekadar formalitas. Harus menjadi wadah ekonomi rakyat yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kopdes Merah Putih dirancang mengakomodasi berbagai sektor usaha warga, mulai dari perdagangan, simpan pinjam, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan pengelolaan yang tepat, koperasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.

Ditempat yang sama, Ketua Kopdes Merah Putih Kampung Melayu Timur, Jepri Supriadi, mengatakan koperasi mulai beroperasi sejak September 2025. Modal usaha, menurut dia, sebagian didukung oleh pihak swasta dan difokuskan pada sektor riil, seperti penjualan gas elpiji 3 kilogram dan paket sembako dengan harga setara distributor.
“Ke depan, kami akan menjangkau tingkat RT dengan menawarkan paket sembako sistem pembayaran tempo atau cicil agar meringankan warga. Konsepnya dari warga, oleh warga, untuk warga,”kata Jepri.
Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Teluknaga berharap koperasi ini tidak hanya menjadi sarana distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga tumbuh sebagai pilar ekonomi lokal yang berkelanjutan dan inklusif. (red)










